Pengaruh Budaya Kematian Suku Tenggelan terhadap Pertumbuhan Iman Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Sabuluan

Paris Andah
Thesis Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar • 2018 Indonesia

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 4 pages)

Abstrak

Tujuan penulisan skripsi ini adalah: Pertama, pertumbuhan iman tidak lain, adalah kedewasaan secara rohani yang terus menerus bertumbuh menuju kesempurnaan didalam Yesus Kristus, memiliki perbedaan hidup dari orang-orang yang tidak percaya, dan semakin kuat dalam iman kepada Yesus Kristus. Kedua, GKII Jemaat Sabuluan belum mengalami pertumbuhan iman atau kedewasaan rohani dalam kehidupan mereka, walaupun mereka sudah menjadi Kristen dan percaya kepada Yesus Kristus serta meneriman Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidup mereka. Ketiga, adapun yang menjadi penghambat pertumbuhan iman GKII Jemaat Sabuluan tidak lain, adalah faktor adat istiadat kematian yang masih kental dilakukan, seperti: 1) Kulung abalu atau kulung agalang, yakni apabila ada salah satu pasangan yang meninggal (suami/isteri); 2) Amungkak yang dilakukan setelah penguburan; 3) Amakan (Ampit) yakni acara puncak dalam acara adat istiadat kematian. Keempat, solusi yang harus ditempu supaya iman Jemaat Sabuluan dapat bertumbuh, antara lain: 1) Gembala jemaat harus berdoa; 2) Mengasihi anggota jemaat; 3) Pelayanan perkunjungan; 4) Pelayanan konseling; 5) Pelayanan mimbar; 6) Teladan hidup.

Metrik

  • 130 kali dilihat
  • 147 kali diunduh

Penerbit

Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar

Sekolah Tinggi Theologia Jaffray (STT Jaffray) merupakan perguruan tinggi teologi yang terdapat d... tampilkan semua